RSS

Penerapan Ilmu Matematika Dengan Bidang Psikologi

18 Feb

Dalam ilmu Psikologi Matematika sangat berpengaruh besar dalam menguraikan menyelidiki, maupun menghitung hasil penyelidikan dan penelitian psikologis yang didasarkan pada model matematis persepsi, proses kognitif dan motor, dan pada pembentukan aturan hukum seperti yang berhubungan karakteristik stimulus diukur dengan perilaku terukur.

Disini saya akan membahas mengenai penerapan ilmu matematika dalam bidang Psikologi,

Contoh yang paling akrab dengan bidang psikologi salah satunya adalah “PSIKOMETRI”.

Matematika dan Psikometri”

a.Pengertian psikometri

Psikometri atau  Psychometric didefinisikan dalam  Chambers Twentieth-Century Dictionary. Sebagai “branch of psychology dealing with measurable factors’. Untuk menelusuri  perkembangan awal psikometri maka tidak mungkin kita menafikan perkembangan inteligensi, karena perkembangan psikometri berkembang bersama dengan perkembangan teori dan pegukuran inteligensi.

Psikometri merupakan bagian dari psikologi yang mengkhususkan diri dalam menangani masalah pengukuran aspek-aspek psikologis. Kita sering mendengar kata kepribadian, kecerdasan, temperamen, dll.  Setiap kata tersebut merupakan bagian dari kita.  Tidak ada orang yang tidak punya pribadi, kecerdasan, atau temperamen.

b.Pengertian pengukuran

Pengukuran adalah penentuan besaran, dimensi, atau kapasitas, biasanya terhadap suatu standar atau satuan pengukuran.Pengukuran tidak hanya terbatas pada kuantitas fisik, tetapi juga dapat diperluas untuk mengukur hampir semua benda yang bisa dibayangkan, seperti tingkat ketidakpastian, atau kepercayaan konsumen

Jadi pengukuran adalah pemberian angka-angka kepada obyek atau peristiwa menurut suatu aturan. Berapa panjang meja, tiang, kain adalah contoh-contoh mencocokkan obyek-obyek dengan suatu ukuran.

Sifat Matematika.

Pengukuran sangat berkaitan dengan matematika. Kita tidak dapat memahami sifat pengkuran tanpa mengetahui apa-apa tentang matematika. Matematika sebenarnya bukan sekedar angkaangka tetapi adalah sebuah bahasa logika (Bertrand Russel).

Karakteristik pengukuran:
1. Pembanding antara atribut yang diukur dengan alat ukurnya. Ketika pak Anto’      mengenakan tes WAIS kepada Asrul pada dasarnya Pak Anto’ hendak membandingkan skor yang diperoleh Asrul pada tes WAIS dengan suatu kontinum skor yang ada pada tes WAIS.
2. Hasilnya dinyatakan secara kuantitatif.
3. Hasilnya bersifat deskriptif.

Mengapa perlu dilakukan pengukuran?
1. Objektivitas.
2. Penyajian data secara rinci, bisa dilakukan analisis matematis, komunikabilitas hasil yang tinggi.
3. Ekonomi.
4. Generalisasi

Evaluasi
1. Evaluasi adalah kegiatan membandingkan antara hasil ukur dengan suatu norma1 atau suatu kriteria. Sebagai contoh, seorang Psikolog tidak bisa mengatakan bahwa skor 70 yang diperoleh Leely (6 tahun) pada tes BINET adalah tergolong baik atau buruk, sebelum Psikolog tersebut membandingkan dengan norma tes yang ada. Seorang Psikolog juga tidak bisa mengatakan skor 90 yang diperoleh Asrul (25 th) pada tes WAIS tergolong sebagai IQ yang Average, Brigh Everage, atau Superior sebelum Psikolog tersebut membandingkan dengan norma tes yang ada.
2. Hasilnya bersifat kulaitatif.
3. Hasilnya dinyatakan secara evaluatif.
1. Norma adalah rata-rata, secara umum norma dibagi menjadi dua yaitu norma perkembangan (seperti pada tes BINET) dan norma kelompok (seperti pada tes WAIS).

Jenis data
Skala nominal: Skala nominal adalah skala yang berfungsi sebagai pembeda atau menunjukkan suatu karakteristik. Sebagai contoh, Seorang peneliti melakukan penelitian dengan judul Perbedaan Produktivitas Kerja Antara Pekerja Pria dan Wanita. Untuk memudahkan dalam pengolahan data maka peneliti memberi angka 1 untuk Pria dan angka 2 untuk Wanita.

Skala ordinal: Adanya perjenjangan dan jarak antar jenjang tidak sama. Contoh: Ranking kelas, dll.

Skala interval:
1. Adanya perjenjangan dan jarak antar jejang diasumsikan sama.
2. Nol tidak mutlak.
3. Tidak dimungkinkan adanya perkalian atau pembagian.

Skala rasio:
1. Interval yang memiliki harga 0 mutlak.
2. Dapat dikenai operasi hitung.

Dalam Psikometri juga terdapat beberapa tes yang cara penelitiannya masih menggunakan matematika sebagai rumus dasarnya. Contohnya:

–           Tes performansi maksimal

–           Tes performansi tipikal

 

 

Referensi:

–          http://id.shvoong.com/social-sciences/psychology/2091002-pengertian-psikologi-matematika/

–          http://testpsikologi.wordpress.com/2008/02/29/apakah-ada-beda-antara-tes-psikometri-dan-tes-psikologi-psychological-test/

–          http://file.upi.edu

–          http://suhadianto.blogspot.com/2010/09/kuliah-psikometri-1.html

–          http://www.pdf-finder.com

–          id.wilkipedia.org/wiki/pengukuran

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 18, 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: