RSS

Alzheimer

05 Apr

ImageAlzheimer bukan penyakit menular, melainkan merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Alzheimer juga dikatakan sebagai penyakit yang sinonim dengan orang tua.

Risiko untuk mengidap Alzheimer, meningkat seiring dengan pertambahan usia. Bermula pada usia 65 tahun, seseorang mempunyai risiko lima persen mengidap penyakit ini dan akan meningkat dua kali lipat setiap lima tahun, kata seorang dokter. Menurutnya, sekalipun penyakit ini dikaitkan dengan orang tua, namun sejarah membuktikan bahawa pesakit pertama yang dikenal pasti menghidap penyakit ini ialah wanita dalam usia awal 50-an.

Penyakit Alzheimer paling sering ditemukan pada orang tua berusia sekitar 65 tahun ke atas. Di negara maju seperti Amerika Serikat saat ini ditemukan lebih dari 4 juta orang usia lanjut penderita penyakit Alzheimer. Angka ini diperkirakan akan meningkat sampai hampir 4 kali pada tahun 2050. Hal tersebut berkaitan dengan lebih tingginya harapan hidup pada masyarakat di negara maju, sehingga populasi penduduk lanjut usia juga bertambah.

Pada tahap awal perkembangan Alzheimer, penurunan faktor-faktor risiko vaskular dapat menyulitkan diagnosis sindrom ini, namun mengurangi kecepatan perkembangan demensia.

Alzheimer mempengaruhi bagian otak yang bernama hippocampus yaitu bagian dari otak yang mengatur lokasi ingatan dan kecerdasan. Sebagai bagian dari penyakit ini, neuron atau sel saraf dalam hippocampus menjadi kusut (saling terbelit) yang berakibat pada pembentukan plak dan kematian sel otak, terutama yang berhubungan dengan gangguan pembentukan ingatan baru dan gangguan pengambilan ingatan lama.

Pada tahap awal penyakit, terjadi gangguan memori yang jelas, terutama memori jangka pendek. Pasien mengalami kesulitan belajar dan mengingat informasi baru. Pada tahap lanjut, gangguan memori, bersamaan dengan defisit perhatian, akan menyebabkan disorientasi waktu. Terjadi kesulitan mencari kata-kata, dan hilangnya pengetahuan umum. Defisit persepsi dapat disertai dengan halusinasi dan delusi. Ahirnya, terjadi kehilangan fungsi kognitif global yang berat, seperti amnesia1, afasia2, apraksia3, dan agnosia4. Terjadi pula gangguan kepribadian dan gangguan perilaku, inkontinensia5, dan kematian dalam 5-10 tahun.

Ada beberapa poin penting untuk mengatasi penyakit Alzheimer melalui cara-cara alami, mengingat penyakit ini tidak bisa diobati tetapi bisa dicegah ataupun dihambat progresivitasnya jika sudah terkena penyakit ini. Ada baiknya jika kita selalu ingat pepatah, bahwa mencegah jauh lebih baik daripada mengobati.

Pertama, kurangi radikal bebas. Radikal bebas dapat dikurangi dengan mengonsumsi lawannya yakni antioksidan. Antioksidan seperti vitamin A, C, dan E penting untuk mencegah kerusakan berlebihan dalam otak akibat radikal bebas. Riset menunjukkan bahwa vitamin E efektif memperlambat penyakit Alzheimer.

Kedua, detoksifikasi, terutama jika seseorang terlah terkena paparan unsur logam berat seperti merkuri, timbal, atau aluminium, maupun toksin-toksin lain seperti pestisida, konsumsi zat besi, atau alkohol. Bahan-bahan kimia di atas sangat berbahaya dan dapat menyebabkan peradangan serta meningkatkan pembentukan radikal bebas. Pastikan anda menghindari sumber-sumber unsur logam berat, terutama yang mengandung aluminium, karena telah dihubungkan dengan penyakit Alzheimer.

Ketiga, sangat dianjurkan untuk makan dengan pola yang terdiri dari makanan bukan olahan, banyak buah dan sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan ikan yang kaya Omega-3. Makanan organik memang optimal tetapi jika tidak tersedia, cucilah terlebih dahulu makanan anda sebelum dikonsumsi. Minumlah air yang banyak, setidaknya 12 gelas sehari. Pastikan bahwa asupan gizi dalam makanan kita mencukupi untuk membantu tubuh membentuk neurotransmitter penting seperti : acetylcoline, serotonin, GABA, dopamin, dan norepinefrin.

Keempat, sebuah komponen penting dalam gaya hidup yang membantu memperingan gejala Alzheimer adalah berolah raga dan kemauan untuk mempelajari hal-hal baru. Berolah raga secara teratur berfungsi untuk meningkatkan aliran darah yang mengandung oksigen ke otak dan membantu menjaga agar otak kita tetap aktif. Selain itu, latihlah otak anda untuk mau mempelajari hal-hal baru yang terjadi di sekeliling anda. Karena riset menunjukkan, bahwa kurangnya stimulasi mental dapat dihubungkan dengan hilangnya fungsi otak.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 5, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: