RSS

KEPUASAN KERJA DAN MENGISI WAKTU LUANG SECARA POSITIF

26 Apr

1. Kepuasan Kerja
Howell dan dipboye (1986) memandang kepuasan kerja sebagai hasil keseluruhan dari derrajat rasa suka atau tidak sukanya tenaga kerja terhadap berbagai aspek dari pekerjaannya. Dengan kata lain kepuasan kerja mencerminkan sikap tenaga kerja terhadap pekerjaannya.
2. Teori Kepuasan Kerja
a. Teori Pertentangan (Discrepancy Theory)
Teori pertentangan dari Locke menyatakan bahwa kepuasan atau ketidakpuasan terhadap beberapa aspek dari pekerjaan mencerminkan penimbangan dua nilai: 1. pertentangan yang dipersiapkan antara apa yang diinginkan seorang individu dengan apa yang ia terima. 2. Pentingnya apa yang diinginkan bagi individu.
b. Model dari kepuasan bidang / bagian ( Facet Satisfaction)
Model Lawyer dari kepuasan bidang berkaitan erat dengan teori keadilan dari Adams. Menurut model Lawyer orang akan puas dengan bidang tertentu dari pekerjaan mereka ( misalnya dengan rekan kerja, atasan, gaji) jika jumlah dari bidang mereka persepsikan harus mereka terima untuk melaksanakan kerja mereka sema dengan jumlah yang mereka persepsikan dari yang secara aktual mereka terima.
c. Teori Proses Bertentangan (Opponent-Process Theory)
Teori proses bertentangan dari Landy memandang kepuasan kerja dari perspektif yang berbeda secara mendasar daripada pendekatan yang lain. Teori ini menekankan bahwa orang ingin mempertahankan suatu keseimbangan emosional.
Teori proses bertentangan mengasumsikan bahwa kondisi emosional yang ekstrim tidak memberikan kemaslahatan. Kepuasan atau ketidakpuasan kerja ( dengan emosi yang berhubungan) memacu mekanisme fisiologikal dalam sistem pusat saraf yang membuat aktif emosi yang bertentangan atau berlawanan.
3. Faktor-Faktor Penentu Kepuasan Kerja
a. Ciri-Ciri Intrinsik Pekerjaan
Menurut Locke, ciri – ciri intrinsik dari pekerjaan yang menentukan kepuasan kerja ialah keragaman, kesulitan, jumlah pekerjaan, tanggung jawab, otonomi, kendali terhadap metode kerja, kemajemukan, dan kreativitas.
b. Gaji Penghasilan, Imbalan yang dirasakan adil (Equittable Reward)
Siegel & Lane mengutip kesimpulan yang diberikan oleh beberapa ahli yang meninjau kembali hasil – hasil penelitian tentang pentingnya gaji sebagai penentu kepuasan kerja , yaitu bahwa para sarjana psikologi telah secara tradisional dan salah meminimasi pentingnya uang sebagai penentu kepuasan kerja.
c. Penyeliaan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya ada satu ciri kepemimpinan yang secara konsisten berkaitan dengan kepuasan kerja, yaitu penenggangan rasa (consideration). Hubungan antara aspek-aspek lain dari penyeliaan dan kepuasan kerja adalah kurang jelas dan hasilnya saling bertentangan.
d. Rekan-Rekan Sejawat yang Menunjang
Setiap pekerjaan dalam organisasi memiliki kaitannya dengan pekerjaan lain. Terjadi diferensiasi pekerjaan mendatar dan tegak. Dalam perkembangan selanjutnya, corak interaksi antarpekerjaan tumbuh berbeda-beda.
e. Kondisi Kerja yang Menunjang
Bekerja dalam ruangan kerja yang semppit,panas, yang cahaya lampunya menyilaukan mata, kondisi kerja yang tidak mengenakkan akan menimbulkan keengganan bekerja. Orang akan mencari alasan untuk sering-sering keluar ruangan kerjanya.
4. Dampak dari Kepuasan dan Ketidakpuasan Kerja
a. Dampak Terhadap Produktivitas
Hubungan antara produktivitas dan kepuasan kerja sangat kecil. Vroom yang mempelajari sejumlah besar hasil penelitian melaporkan bahwa korelasi medianya hanyalah 0,14. Kenyataan ini sebagian dapat dijelaskan dengan mengatakan bahwa produktivitas dipengaruhi oleh banyak faktor-faktor moderator disamping kepuasan kerja.
b. Dampak Terhadap Ketidakhadiran (Absenteisme) dan Keluarnya Tenaga Kerja (Turnover)
Porter & Steers berkesimpulan bahwa ketidakhadiran dan berhenti bekerja merupakan jenis jawaban-jawaban yang secara kualitatif berbeda. Ketidakhadiran lebih spontan sifatnya dan dengan demikian kurang mungkin mencerminkan ketidakpuasan kerja. lain halnya dengan berhenti atau keluar dari pekerjaan. Perilaku ini karena akan mempunyai akibat-akibat ekonomis yang besar, maka lebih besar kemungkinannya ia berhubungan dengan ketidakpuasan kerja. besar kemungkinannya ia berhubungan dengan ketidakpuasan kerja.
Setelah tenaga kerja menjadi tidak puas terjadi beberapa tahap (misalnya berpikir untuk meninggalkan pekerjaan) sebelum keputusan untuk meninggalkan pekerjaan diambil. dari penelitian dengan menggunakan model ini mereka menemukan bukti yang menunjukan bahwa tingkat dari kepuasan kerja berkorelasi dengan pemikiran-pemikiran untuk meninggalkan pekerjaan, dan bahwa niat untuk meninggalkan kerja berkorelasi dengan meninggalkan pekerjaan secara aktual.

Aktif

Keluar Menyuarakan
Destructive Constructive
Mengabaikan Kesetiaan

Pasif
• Keluar (Exit) : Ketidakpuasan kerja yang diungkapkan dengan meninggalkan pekerjaan termasuk mencari pekerjaan lain.
• Menyuarakan (Voice) : Ketidakpuasan kerja yang diungkapkan melalui usaha aktif dan kostruktif untuk memperbaiki kondisi, termasuk memberikan sarana perbaikan, mendiskusikan masalah dengan atasannya.
• Mengabaikan (Neglect) : Ketidakpuasan kerja yang diungkapkan melalui sikap membiarkan keadaan menjadi lebih buruk, termasukmisalnya sering absen, atau datang terlambat, upaya berkurang, kesalahan yang dibuat makin banyak.
• Kesetiaan (Loyalty) Ketidakpuasan kerja yang diungkapkan dengan menunggu secara pasif sampai kondisinya menjadi lebih baik, termasuk membela perusahaan terhadap kritik dari luar dan percaya bahwa organisai dan manajemen akan melakukan hal yang tepat untuk memperbaiki kondisi.

MENGGUNAKAN WAKTU LUANG SECARA POSITIF

Tnpa kita sadari waktu adalah hal yang yang seringkali kita remehkan. pada saat ini,waktu terasa berjalan begitu cepat, sedikit saja kita lengah, maka lewat sudah waktu yang tepat.
berikut adalah beberapa cara menggunakan waktu luang secara positif dan produktif :
1. waktu adalah penyeimbang yang luar biasa. Tak peduli siapa anda, berapa uang yang anda punya , atau dimana anda hidup dimuka bumi ini, kita semua memiliki waktu 24 jam yang sama dalam satu hari. Waktu adalah sumber yang sangat berharga . Jangan pernah sia-siakan waktu
2. Benda-benda yang berserakan dirumah dapat memperlambat langkah anda dengancara mengalihkan perhatian dari apa yang sebenarnya ingin anda lakukan.Untuk mengontrolnya , bersihkan dan tata rapih semua benda setiap kali anda selesai melakukan suatu pekerjaan.
3. Jangan membuang-buang waktu dengan selalu merasa gelisah memikirkan beberapa banyak waktu yang akan anda habiskan untuk menyelesaikan pekerjaan anda tersebut. Merasa gelisah akan membuat anda membuang energi saja.
4. jika anda tidak ingin melupakan tugas-tugas yang harus anda lakukan di beberapa hari mendatang , maka tulislah di dalam buku catatan/ agenda. Jangan hanya mengingatnya di dalam kepala. Setelah menulisnya anda bisa melupakannya. Sekarang anda bisa konsentrasi untuk pekerjaan lain yang lebih penting.
5. Jika anda menghabiskan 10 menit setiap harinya hanya untuk mencari barang-barang yang lupa dimana menaruhnya , maka anda membuang lebih dari 60 jam setiap tahun. Mulai sekarang rapikan barang-barang anda ditempat yang mudah dijangkau.
6. agar selalu merasa lebih segar dan mencegah stress , anda perlu melakukan senam setiap hari.
7. Kosongkan keranjang sampah anda setidaknya sekali sehari. Ingat , keranjang sampah bukan tempat mentimpan benda.
8. Cobalah sisihkan waktu untuk membaca puisi. Puisi-puisi yang bagus dapat menumbuhkan keberanian, semangat, dan memperkaya jiwa.
9. jangan berkeringat hanya karena anda melakukan hal-hal kecil. Jika anda menggunakan waktu hanya untuk melakukan hal-hal remeh , anda tidak akan pernah menyelesaikan apapun.
10. Banyak orang membuang-buang waktu dengan terlalu banyak berbasa-basi.

referensi:
– Maulana Arief M.50 Cara cerdas menggunakan waktu.MotivasiArief.co.cc.Sidoarjo.2008

– Munandar Ashar Sunyoto.Psikologi Industri dan Organisasi. UIP. jakarta

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 26, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: